Showing posts with label 2019. Show all posts
Showing posts with label 2019. Show all posts

Thursday, August 10, 2017

Smartphone Mi Note 3 Meluncur Bulan Ini?

XIAOMI MI NOTE 3

Smartphone Xiaomi dikabarkan tengah mempersiapkan waktu peluncuran Mi Note 3 lebih cepat dibandingkan dengan peluncuran Mi Note 2 pada tahun yang lalu. Generasi Mi Note sebelumnya tersebut diluncurkan pada bulan November yang lalu. Menurut informasi yang beredar di Tiongkok, Xiaomi memilih untuk meluncurkan perangkat ini pada akhir bulan Agustus, setelah sebelumnya telah diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Akhir bulan Agustus menjadi waktu yang tercepat peluncuran Xiaomi Mi Note 3.

Jika perangkat ini tidak diluncurkan pada akhir bulan Agustus mendatang, ponsel cerdas Xiaomi ini akan menyapa konsumen di pasar pada bulan selanjutnya, yaitu bulan September. Informasi tersebut dilaporkan berasal dari rantai pemasok internal Xiaomi. Ponsel Xiaomi ini juga disebut didukung oleh layar sentuh Super AMOLED buatan Samsung, dengan resolusi QHD 1440 x 2560 piksel. Dismaping itu, ponsel ini juga didukung oleh Prosesor Qualcomm Snapdragon 835 dan RAM berkapasitas 6GB.

MI juga dikabarkan membekali perangkat ini dengan kamera 23 MP bersensor tunggal. Selain itu, sejumlah gambar Xiaomi Mi Note 3 turut beredar di media sosial Tiongkok, Weibo, yang menampilkan Xiaomi dari bagian depan dan belakang. Spesifikasi yang diusung perangkat ini serupa dengan Xiaomi Mi Note 2..

Perubahan keduanya terlihat pada penempatan sisi kamera dari bagian tengah ke sudut kiri atas, serta tampil kamera depan layaknya mendukung kamera ganda. Perangkat ini juga akan didukung oleh antar muka pengguna terbaru khas Xiaomi, nyakni MIUI 9.0.

WASSALAMMM !!!







Read More

Sunday, July 30, 2017

Ada Tiga Isu Ini Bakal Dipakai Menyerang Jokowi Di PilPres 2019

PILPRES 2019

Wakil Sekjen PKB, Maman Imanulhaq memprediksi, Jokowi akan diserang Tiga Isu artifisial ketika nanti maju kembali dalam Pilpres 2019. Tiga isu tersebut di antaranya isu anti Islam, isu Anggaran, dan dana Haji. "Isu artifisial anti Islam, PKI, Pro China akan jadi isu yang seksis di 2019. PKB pandang 2019 adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan kerja keras, kerja cerdas dan sinergitas," kata Maman dalam diskusi di Jakarta, Minggu 30 Juli 2017.

Dijelaskan, isu anti Islam nantinya akan menjadi isu yang mengemuka. Sebab, hingga kini isu itu masih dipertanyakan para ulama bahkan dijadikan bahan khotbah. Misalnya persoalannya ini sangat terkait dengan kriminalisasi ulama. "Ini (Kriminalisasi Ulama) selalu digoreng di bawah. Ini bukan dari Jokowi tapi orang yang ingin distigma seperti itu. Kita dorong Jokowi silaturahmi secara adil," kata Maman.

Selanjutnya, isu yang akan dimainkan terkait dengan anggaran. Khususnya terkait dengan pendidikan yang dianggarkan 20%. Banyak yang mempertanyakan kemana anggaran digunakan. Sementara Madrasah dan Pesantren tak mendapatkan anggaran sesuai aturan. "Ini jadi pertanyaan terhadap Jokowi untuk pendidikan Islam. Lalu dana haji," kata Maman.

Lalu isu HAM, ia menjelaskan bagaimana bisa memberikan pemahaman kerja membangun infrastruktur dengan tak melanggar hak orang. Ia khawatir hal yang dipertanyakan bisa menjadi bom waktu kalau tak diselesaikan. "Ini perlu diselesaikan. Kita akan jawab ini bareng dan beri masukan pada Jokowi," kata Maman.

Adapun atas persoalan ini ia meyakini PKB bisa menjadi partai yang mendekati kelompok akar rumput dan mewakili Islam moderat menjawab soal ini.


Read More

Pemerintah Mengincar Satu Juta Pengguna Tanda Tangan Digital

TANDA TANGAN DIGITAL


Pemerintah mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan digital signature atau tanda tangan digital pada transaksi elektronik. Pemerintah pun telah menetapkan target mengenai tanda tangan digital ini. Sampai tahun 2019, pemerintah menyasar ada satu juta orang yang memanfaatkan tanda tangan digital. Program yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI ini diharapkan dapat menggantikan tanda tangan basah.

Targetka pada 2019 ada satu juga pengguna tanda tangan digital, ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika), Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, di Kota Kasablanka, Jakarta. Mantan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini mengingatkan kembali pentingnya tanda tangan digital, karena bisa melindungi dokumen yang sah. Dikatakan dia, kita tidak tahu apa yang dikirim lewat e-mail tersebut merupakan yang sesungguhnya dikirim.

"Kita enggak tahu siapa yang mengirim email sebenarnya, benar enggak ya dokumen itu dari dia," ucapnya.
Tanda tangan digital ialah file unik yang menjadi jawaban keaslian dokumen. Sebab, bila sudah ada tangan digital, maka susah dipalsukan.

"Misalnya juga ada orang yang harus menandatangani sebuah dokumen penting tapi kondisinya lagi di luar kota. Itu bisa pakai tanda tangan digital karena sudah diautentik," ujarnya menambahkan. Untuk memasyarakatkan tanda tangan digital ini, pemerintah pun akan terus menggelar Workshop dan Seminar, seperti acara yang digelar di Kota Kasablanka tersebut, di mana pesertanya adalah anak muda. "Diharapkan mereka dapat bercerita tentang transaksi elektronik dengan mengutamakan keamanan digital itu seperti apa," ujarnya.

Read More